Sejarah Siak Sri Indrapura yang Memiliki Kesultanan Megah

Sejarah Siak Sri Indrapura yang Memiliki Kesultanan Megah

Suatu provinsi di Indonesia ada sebuah kerajaan Melayu yang dikuasai oleh orang Islam, dan kerajaan itu termasuk kerajaan Islam yang Terbesar di Indonesia. Kesultanan Melayu Islam tersebut bernama Siak sri indrapura. Kerajaan ini, memiliki perkembangan yang cukup besar, dan juga menjadi salah satu kerajaan yang bisa dibilang memiliki kekuatan yang cukup. Terutama, di bidang bahari, Kesultanan siak sri indrapura memiliki perkembangan di bidang bahari yang cukup menonjol dan diketahui oleh banyak orang. Kesultanan Siak Sri Indrapura ini tepatnya, di Provinsi Riau pulau Sumatera Indonesia. Kesultanan ini sudah didirikan sejak tahun 1723 oleh seorang Raja Kecil yang besar dari Pegaruyung dan memiliki gelar Sultan abdul Jalil. Banyak sekali orang-orang Islam yang ada di kesultanan bahkan, dari mereka juga banyak yang menjadi anggota kesultanan.

Kesultanan ini, memang sejak awal didirikannya sudah memiliki aturan-aturan Islam yang berlaku di kesultanan tersebut. Namun, masih juga banyak tradisi minang yang juga masih sangat lekat pada aturan-aturan kesultanan atau kerajaan. Tidak akan pernah lepas adat dan istiadat orang-orang di daerah Riau dari budaya Minangkabau, walaupun kesultanan menganut hukum Islam yang berlaku, karena menurut mereka adanya perpaduan tradisi Minang yang baik, juga patut untuk digabungkan. Tidak, salah apabila hari demi hari banyak perkembangan yang dapat kita lihat dari berbagai informasi dan sejarah, tentang kerajaan ini yang memang sudah sangat banyak di ceritakan. Salah satu kerajaan Melayu Islam di Indonesia yang memiliki sederet perkembangan yang sangat maju.

Perdagangan yang Ada di Siak

Siak sri indrapura juga memiliki lingkup perdagangan di selat Malaka, yang bisa dibilang dapat diandalkan sebagai mata pencaharian bagi masyarakat yang ada di kesultanan tersebut. Mereka yang memang hidup di sekitar selat Malaka sangat bisa mengendalikan perompak. Jadi, dengan begitu para masyarakat dari kesultanan itu selalu bisa memajukan perekonomian dengan berdagang. Kita dapat melihat berbagai kemajuan perekonomian dari kesultanan ini, dari berbagai informasi terutama catatan Belanda yang menuliskan adanya di tahun 1783 ada sekitar 171 Siak menuju malaka. Siak sendiri banyak disebutkan menjadi daerah segitiga perdagangan bagi Belanda ke Malaka dan juga Inggris ke pulau pinang.

Pengaruh Kerajaan yang Cukup Besar

Adanya sungai siak yang ada di kerajaan ini, memberikan pengaruh yang sangatlah besar bagi perekonomian yang sedang berjalan di kerajaan. Ada berbagai produk yang diperjual belikan di sekitar daerah tersebut, yang tentunya membuat perekonomian Siak sendiri menjadi lebih maju dan juga menghasilkan keuntungan untuk semua masyarakat siak. Berbagai produk yang biasanya diperjual belikan oleh para pedagang di sana, seperti kapur barus, timah, emas, dan masih banyak lagi. Siak juga biasa mengeksportir kayu yang ada di selat malaka. Jadi, siak memiliki peluang besar untuk langsung mengakses daerah yang ada di selat malaka. Kapal-kapal dari Siak berhak untuk mengakses langsung ke daerah selat Malaka sekalipun tanpa harus membayar kepada VOC pada kala itu.

Pusat Agama Islam di siak

Kesultanan Siak sri indrapura mulai bergabung dengan Indonesia sejak tahun 1945. Selain, adanya berbagai kemajuan di bidang bahari dan juga perkembangan kemajuan di berbagai bidang perekonomian kita juga dapat melihat adanya kemajuan siak sri indrapura ini dalam hal agama Islam. Kesultanan ini, menjadi pusat dari agama Islam. Banyak orang yang juga menuntut ilmu agama Islam di Siak. Pusat agama yang ada di Siak, menjadi sebagai sangat penting di pulau Sumatera. Sangat banyak sejarah yang sangat informative dari kesultanan Siak jika kita ingin selalu mencarinya.